Jumat, 01 Februari 2013

Anak ada 4 tipe

1. Anak sebagai perhiasan dunia



tipe anak seperti ini secara lahiriyah cukup membnggakan orang tua, baik dari segi titel, pendidikan, pangkat dan jabatan yang disandang oleh sang anak, namun secara batiniyah orang tua tidak memiliki kebahagiaan apa-apa dari anaknya.





karena anaknya secara spiritual kering dari nilai-nilai agama, tidak mengenal tuhannya, nabinya, dan kitab sucinya. nilai agama dilaksanakan hanya sekedarnya saja, nilai sosial, etika tidak diprdulikannya. anaknya tidak bisa menerapkan sopan santun kepada orang tuanya, sesama dan lingkungannya .



Allah SWT berfirman dari surat Al-Kahfi ayat 46 :

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya disisi tuhanmu dan sebaik-baik harapan."





2. Anak sebagai ujian



Tidak sedikit orang tua yang diuji kesabarannya melalui anak ada yang cacat mentalnya, kurang sempurna akalnya, cacat fisiknya, nakal, idot, dan sebagainya. sebagai orang tua kita harus tetap sabar, tabah menerima cobaan ini, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Luqman ayat 17 :

"Dan bersabarlah terhadap perkara yang menimpamu , sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang ditetapkan."



Dalam hal ini Allah SWT. berfirman dalam surat At-Taqhabun Yat 15 :

"sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan bagimu, dan disisi Allah pahala yang paling besar."





3. Anak sebagai musuh bagi orang tuanya



Malang nian orang tua yang mempunyai anak seperti ini, segitu besar pengorbanan orang tua mulai dari kandungan, lahir hingga dewasa diberi pendidikan. tidak sedikit uang yang dibelanjakannya, dengan harapan agar anak tersebut dapat mengisi kehidupannya dimasa tua, tapi apa yang terjadi, dimata anak tidak ada sedikitpun kebaikan orang tuanya. segala pengorbanan kebaikan, ucapan dan nasihat orang tuanya hanya dipandangan sebelah mata bahkan ada yang tega membunuh orang tuanya sendiri. "Na'udzubillaahi min dzaalik" (Kita berlindung kepada Allah dari hal-hal yang demikian).

yang demikian digambarkan Allah SWT dala firmanNya surat At-taqhabun ayat 14 :

" Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istri dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. dan jika kamu memanfaatkan mereka dan santun kepada mereka dan mengampuni mereka, maka sungguh Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang."



Peribahasa mengatakan : "Orang tua sbagai lautan maaf bagi anak-anaknya betapapun buruknya perilaku anak terhadap orang tuanya. orang tua tetap harus memohon ampun untuk meraka. Begitulah Allah mengajarkan kepada kita.

terhadap orang tua yang memiliki anak seperti ini diharapkan tetap sabar dan tetap mendoakan kebaikan untuk anaknya sebagaimana sabda nabi: " doa orang tua terhadap anaknya bagaikan doa nabi terhadap umatnya, janganlah pernah bosan walaupun doa kita tidak dikabulkan semua, sekarang jangan bersedih, karena doa-doa kita nanti akan menjadi pahala bagi kita (Dalam Kitab Mafatihul Gaib)





4. Anak sebagai penyejuk kalbu



Penenang jiwa, segala ucapannya, tingkah lakunya sungguh sangat menyenangkan orang tua. inilah yang menjadi harapan dan dambaan orang tua, sebagaimana doa kita (Surat Al-Furqon ayat 74 :

" Ya tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan anak cucu keturunan kami sebagai penyenang hati kami, jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa."



Agar supaya anak-anak lebih baik ketaqwaannya dari kita bacalah doa ini (surat Ali Imran ayat 38 ) :

" Ya tuhanku berilah keturunan yang baik dari sisimu sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."

Itulah doa orang tua untuk anaknya. sebaliknya anak tidak boleh bosan berdoa untuk orang tuanya dari sejak hidup hingga wafatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar